Thursday, June 12, 2008

Anakku... Ayah Sayang Kamu.















Sudah beberapa hari lalu anakku selalu menangis jika akan tidur, Hmm.. aku teringat kalo dia mananyakan gi Apah ?! dengan wajah yang sangat sulit untuk dilupakan.
Anakku .....
ayah sayang kamu.


Pekerjaan yang memang sangat banyak untuk ayah, dan ini sanagt menyita waktu ayah. Namun Ayah akan berusaha untuk memberikan waktu untuk kamu. Tau ngga De' Bahwa De Najmia selalu Ayah doakan agar menjadi seorang bintang yang memiliki sinar secara sendiri.


Thursday, May 1, 2008

Tiga Karakteristik Manusia

Dalam kehidupan ini manusia dapat diklasifikasi dalam tiga kategori, yaitu :
1. Manusia yang Berperilaku dengan Akhlak Islamiah
Ia adalah orang yang rajin beribadah dan rajin ke masjid. Orang yang seperti ini harus dinomorsatukan, karena mereka lebih dekat dengan dakwah kita, sehingga tidak membutuhkan tenaga yang banyak dan untuk mengajak mereka pun tidak banyak kesulitan, insya Allah.
2. Manusia yang Berperilaku dengan Akhlak Asasiyah
Ia adalah orang yang tidak taat beragama, tetapi tidak mau terang-terangan dalam berbuat maksiat karena ia masih menghormati harga dirinya. Orang-orang semacam ini menempati urutan kedua.
3. Manusia yang Berperilaku dengan Akhlak Jahiliah
Ia adalah orang yang bukan dari golongan pertama atau kedua. Dialah orang yang tidak peduli terhadap orang lain, sedang orang lain mencibirnya karena perbuatan dan perangainya yang jelek. Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya sejelek-jelek tempat manusia di sisi Allah pada hari kiamat adalah orang yang ditinggalkan (dijauhi) masyarakatnya karena takut dengan kejelekannya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Golongan inilah yang disebut dalam sabda Rasulullah saw. sebagai: "Sejelek-jelek teman bergaul". (HR. Muslim)


Orang-orang semacam ini menempati urutan terakhir dalam prioritas dakwah fardiyah. Ada seseorang berdin di bawah pohon epal yang sedang berbuah lebat. Jika ia ingin memetik, ia terlebih dulu memetik buah yang dapat dijangkau dengan tangannya. Jika sudah habis, dan tinggal yang paling atas, maka jika dapat dijangkau buah itu akan dipetik dan kalau tidak, buah tersebut tidak akan terpetik. Bukan bererti seorang da'i harus tetap berpegang dan terikat dengan urutan ini, karena kadangkala keadaan bisa mengubah pandangannya dalam hal ini —dengan izin Allah— seperti yang terjadi pada Umar bin Khathab ra., Khalid bin Wahd ra., Amr bin Ash ra., dan yang lain.
Ada seseorang yang pergi ke pantai untuk memancing ikan dengan membawa peralatan pancing. Menurut pengalamannya, dengan peralatan yang ia bawa itu hanya akan mendapatkan ikan-ikan kecil. Tetapi pada saat itu ia terkejut karena mendapatkan ikan yang besar. Ada beberapa pemuda dari daerah Bulaq, Kairo, yang berkeliling mencari tanah yang kosong untuk digunakan sebagai tempat peringatan Maulid Nabi Muhammad saw., yang akan dihadiri oleh Imam Hasan Al-Banna sebagai pembicara. Di sebelah warung makan, mereka menjumpai tanah lapang, lalu mereka bertanya kepada pemilik warung makan tersebut. Pemilik warung itu adalah Ustadz Ibrahim Karrum, seorang tokoh dari daerah Bulaq yang disegani oleh pemerintah yang berkuasa pada waktu itu dan disegani pula oleh kawan sendiri. Setelah mengetahui maksud dan tujuan pemuda-pemuda itu, beliau menyambutnya dengan sambutan yang luar biasa dan menyatakan kesediaannya. Setelah mereka kembali, mereka menceritakan kejadian yang baru saja mereka alami kepada Ustadz Hasan Al-Banna.
Ketika Ustadz Al-Banna berangkat untuk berceramah dalam acara tersebut, terlebih dahulu beliau mengunjungi Ustadz Ibrahim Karrum dan mengucapkan terima kasih atas kebaikannya. Begitu pula tatkala beliau mulai berceramah, beliau juga mengucapkan terima kasih kepada Ustadz Ibrahim Karrum untuk kedua kalinya.
Sejak saat itu, Ustadz Ibrahim aktif dalam Jamaah Ikhwanul Muslimin. Pada bulan Maret 1954 M. beliau memimpin demonstrasi akbar terhadap Jamal Abdun Naser. Mereka menuntut agar Presiden Muhammad Najib dipulangkan ke Mesir dan anggota Ikhwanul Muslimin yang dipenjara dibebaskan. Beliau juga pernah dipenjara bersama anggota Ikhwanul Muslimin yang lain. Semoga Allah swt. Memberikan rahmat kepadanya.
Tatkala seorang da'i melihat beberapa pemuda — yang wajah mereka menyiratkan ketaatan— maka ia berkeinginan untuk berkenalan dan mengajak mereka ke jalan dakwah. Yang perlu diperhatikan adalah dalam mendekati mereka dibutuhkan langkah yang cermat, karena biasanya pemuda-pemuda ini mempunyai seseorang yang, mereka segani dan hormati. Jika seorang da'i dapat mendekati orang tersebut, sangat dimungkinkan pemuda-pemuda itu mengikuti dakwah kita. Namun jika pendekatan ini tidak berhasil, sebagai da'i, ia tidak boleh putus asa. Ia harus mendekati salah satu pemuda —di antara pemuda-pemuda tadi— yang pemahamannya terhadap dakwah islamiah lebih mantap, bergaul dengannya — dan juga yang lain— dengan sabar dan penuh kasih sayang tanpa menyinggung permasalahan yang dapat menyebabkan hubungan itu terganggu. Jika —dengan izin Allah— pemuda itu mau menerima ajakan kita, ini akan sangat membantu usaha kita untuk mengajak teman-temannya yang lain.
Pendekatan itu harus dilakukan dengan lemah lembut. Kita harus menyadari bahawa kita tidak diwajibkan untuk memastikan mereka semua menerima ajakan kita, namun jika mereka semua menerima ajakan kita, itu adalah rahmat dari Allah. Hanya Dialah yang berhak memberikan hidayah. Allah berfirman, "Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberikan petunjuk kepada orang yang kamu cintai, tetapi Allah-lah yang memberi hidayah kepada yang dikehendaki-Nya dan Allah lebih mengetahui orang-orangyang mau menerima petunjuk." (Al-Qashash: 56)
Ayat ini menjelaskan bahawa walaupun kita memberikan segenap hati kita untuk mengajak mad'u kita, tetapi hanya Allah-lah yang berhak membolak-balikkan hati orang tersebut. Seorang tukang roti berdin di depan forn (tempat pembakaran roti), sambil memasukkan potongan-potongan roti ke dalamnya. Setelah menunggu beberapa saat, ia mengeluarkan roti yang sudah matang dan membolak-balikkan yang belum matang. Setiap kali ada roti yang sudah matang, ia akan mengeluarkannya. Bisa dipastikan bahawa ada beberapa potong roti yang jatuh ke dalam api dan terbakar. Inilah keadaan da'i tatkala berdakwah di masyarakat; ia memberi sekaligus menerima (give and take). Suatu saat ia mendekat dan pada saat yang lain ia menjauh.
Ia akan memberi kepada setiap orang sebagaimana seorang dokter yang memberikan obat dengan berlaku sabar. Setelah selang beberapa waktu, di antara mereka sudah ada yang tersinari oleh cahaya iman (inilah roti yang telah matang), ada yang menyambut ajakan tersebut karena perasaan takut, ada yang menyambut ajakan tersebut karena malu, ada yang bersikap angin-anginan, ada pula yang menjauh, dan bahkan ada yang berlaku tidak baik terhadap sang da'i. Untuk menghadapi mereka itu, kita tidak boleh putus asa, tetapi harus terus berusaha sehingga yang ditunggu-tunggu dapat dipetik, disertai doa agar Allah membukakan hati mereka.
Adapun da'i yang menghabiskan waktunya hanya untuk satu orang dengan harapan agar orang tersebut mau menerima ajakannya adalah tidak benar. Orang tersebut akan merasa bahawa dirinya diajak dengan cara yang sangat berlebihan, sehingga ia akan berprasangka buruk, dan bisa jadi ia akan lari dari ajakan itu, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Allah swt. Kaedah yang harus kita perhatikan adalah: "Ambillah yang mudah dan tinggalkan yang sulit, jika ada yang mudah".


Dalam kehidupan ini manusia dapat diklasifikasi dalam tiga kategori, yaitu :
1. Manusia yang Berperilaku dengan Akhlak Islamiah
Ia adalah orang yang rajin beribadah dan rajin ke masjid. Orang yang seperti ini harus dinomorsatukan, karena mereka lebih dekat dengan dakwah kita, sehingga tidak membutuhkan tenaga yang banyak dan untuk mengajak mereka pun tidak banyak kesulitan, insya Allah.
2. Manusia yang Berperilaku dengan Akhlak Asasiyah
Ia adalah orang yang tidak taat beragama, tetapi tidak mau terang-terangan dalam berbuat maksiat karena ia masih menghormati harga dirinya. Orang-orang semacam ini menempati urutan kedua.
3. Manusia yang Berperilaku dengan Akhlak Jahiliah
Ia adalah orang yang bukan dari golongan pertama atau kedua. Dialah orang yang tidak peduli terhadap orang lain, sedang orang lain mencibirnya karena perbuatan dan perangainya yang jelek. Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya sejelek-jelek tempat manusia di sisi Allah pada hari kiamat adalah orang yang ditinggalkan (dijauhi) masyarakatnya karena takut dengan kejelekannya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Golongan inilah yang disebut dalam sabda Rasulullah saw. sebagai: "Sejelek-jelek teman bergaul". (HR. Muslim)


Orang-orang semacam ini menempati urutan terakhir dalam prioritas dakwah fardiyah. Ada seseorang berdin di bawah pohon epal yang sedang berbuah lebat. Jika ia ingin memetik, ia terlebih dulu memetik buah yang dapat dijangkau dengan tangannya. Jika sudah habis, dan tinggal yang paling atas, maka jika dapat dijangkau buah itu akan dipetik dan kalau tidak, buah tersebut tidak akan terpetik. Bukan bererti seorang da'i harus tetap berpegang dan terikat dengan urutan ini, karena kadangkala keadaan bisa mengubah pandangannya dalam hal ini —dengan izin Allah— seperti yang terjadi pada Umar bin Khathab ra., Khalid bin Wahd ra., Amr bin Ash ra., dan yang lain.
Ada seseorang yang pergi ke pantai untuk memancing ikan dengan membawa peralatan pancing. Menurut pengalamannya, dengan peralatan yang ia bawa itu hanya akan mendapatkan ikan-ikan kecil. Tetapi pada saat itu ia terkejut karena mendapatkan ikan yang besar. Ada beberapa pemuda dari daerah Bulaq, Kairo, yang berkeliling mencari tanah yang kosong untuk digunakan sebagai tempat peringatan Maulid Nabi Muhammad saw., yang akan dihadiri oleh Imam Hasan Al-Banna sebagai pembicara. Di sebelah warung makan, mereka menjumpai tanah lapang, lalu mereka bertanya kepada pemilik warung makan tersebut. Pemilik warung itu adalah Ustadz Ibrahim Karrum, seorang tokoh dari daerah Bulaq yang disegani oleh pemerintah yang berkuasa pada waktu itu dan disegani pula oleh kawan sendiri. Setelah mengetahui maksud dan tujuan pemuda-pemuda itu, beliau menyambutnya dengan sambutan yang luar biasa dan menyatakan kesediaannya. Setelah mereka kembali, mereka menceritakan kejadian yang baru saja mereka alami kepada Ustadz Hasan Al-Banna.
Ketika Ustadz Al-Banna berangkat untuk berceramah dalam acara tersebut, terlebih dahulu beliau mengunjungi Ustadz Ibrahim Karrum dan mengucapkan terima kasih atas kebaikannya. Begitu pula tatkala beliau mulai berceramah, beliau juga mengucapkan terima kasih kepada Ustadz Ibrahim Karrum untuk kedua kalinya.
Sejak saat itu, Ustadz Ibrahim aktif dalam Jamaah Ikhwanul Muslimin. Pada bulan Maret 1954 M. beliau memimpin demonstrasi akbar terhadap Jamal Abdun Naser. Mereka menuntut agar Presiden Muhammad Najib dipulangkan ke Mesir dan anggota Ikhwanul Muslimin yang dipenjara dibebaskan. Beliau juga pernah dipenjara bersama anggota Ikhwanul Muslimin yang lain. Semoga Allah swt. Memberikan rahmat kepadanya.
Tatkala seorang da'i melihat beberapa pemuda — yang wajah mereka menyiratkan ketaatan— maka ia berkeinginan untuk berkenalan dan mengajak mereka ke jalan dakwah. Yang perlu diperhatikan adalah dalam mendekati mereka dibutuhkan langkah yang cermat, karena biasanya pemuda-pemuda ini mempunyai seseorang yang, mereka segani dan hormati. Jika seorang da'i dapat mendekati orang tersebut, sangat dimungkinkan pemuda-pemuda itu mengikuti dakwah kita. Namun jika pendekatan ini tidak berhasil, sebagai da'i, ia tidak boleh putus asa. Ia harus mendekati salah satu pemuda —di antara pemuda-pemuda tadi— yang pemahamannya terhadap dakwah islamiah lebih mantap, bergaul dengannya — dan juga yang lain— dengan sabar dan penuh kasih sayang tanpa menyinggung permasalahan yang dapat menyebabkan hubungan itu terganggu. Jika —dengan izin Allah— pemuda itu mau menerima ajakan kita, ini akan sangat membantu usaha kita untuk mengajak teman-temannya yang lain.
Pendekatan itu harus dilakukan dengan lemah lembut. Kita harus menyadari bahawa kita tidak diwajibkan untuk memastikan mereka semua menerima ajakan kita, namun jika mereka semua menerima ajakan kita, itu adalah rahmat dari Allah. Hanya Dialah yang berhak memberikan hidayah. Allah berfirman, "Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberikan petunjuk kepada orang yang kamu cintai, tetapi Allah-lah yang memberi hidayah kepada yang dikehendaki-Nya dan Allah lebih mengetahui orang-orangyang mau menerima petunjuk." (Al-Qashash: 56)
Ayat ini menjelaskan bahawa walaupun kita memberikan segenap hati kita untuk mengajak mad'u kita, tetapi hanya Allah-lah yang berhak membolak-balikkan hati orang tersebut. Seorang tukang roti berdin di depan forn (tempat pembakaran roti), sambil memasukkan potongan-potongan roti ke dalamnya. Setelah menunggu beberapa saat, ia mengeluarkan roti yang sudah matang dan membolak-balikkan yang belum matang. Setiap kali ada roti yang sudah matang, ia akan mengeluarkannya. Bisa dipastikan bahawa ada beberapa potong roti yang jatuh ke dalam api dan terbakar. Inilah keadaan da'i tatkala berdakwah di masyarakat; ia memberi sekaligus menerima (give and take). Suatu saat ia mendekat dan pada saat yang lain ia menjauh.
Ia akan memberi kepada setiap orang sebagaimana seorang dokter yang memberikan obat dengan berlaku sabar. Setelah selang beberapa waktu, di antara mereka sudah ada yang tersinari oleh cahaya iman (inilah roti yang telah matang), ada yang menyambut ajakan tersebut karena perasaan takut, ada yang menyambut ajakan tersebut karena malu, ada yang bersikap angin-anginan, ada pula yang menjauh, dan bahkan ada yang berlaku tidak baik terhadap sang da'i. Untuk menghadapi mereka itu, kita tidak boleh putus asa, tetapi harus terus berusaha sehingga yang ditunggu-tunggu dapat dipetik, disertai doa agar Allah membukakan hati mereka.
Adapun da'i yang menghabiskan waktunya hanya untuk satu orang dengan harapan agar orang tersebut mau menerima ajakannya adalah tidak benar. Orang tersebut akan merasa bahawa dirinya diajak dengan cara yang sangat berlebihan, sehingga ia akan berprasangka buruk, dan bisa jadi ia akan lari dari ajakan itu, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Allah swt. Kaedah yang harus kita perhatikan adalah: "Ambillah yang mudah dan tinggalkan yang sulit, jika ada yang mudah".


TIPS Kalahkan HRD

Siapa sih yang tidak mau klo saat kita interview langsung di terima tanpa ada hamabatan . Hmm.... Siapa yang sudah pernah interview? Ya saya yakin semua orang (hampir)pernah mengalaminya. Karena saya yakin kita pernah masuk kedalam "lembah" Job Seeker. Nah mungkin ini akan bermanfaat untuk Anda para Job Seeker. Ini berkaitan pertanyaan yang seringdi tanyakan oleh HRD


1. Kenapa Anda ingin bergabung dengan perusaahan kami?
Ya Pertanyaan ini akan sering bahkan pasti ditanyakan oleh HRD. Karena dari sini sang HRD atau perusahaan akan mengtahui tujuan kita melamar di perushaan. Dalam kesempatan ini jangan sampai Anda katakan "Saya Ingin Mendapatkan Tantangan" Hati hati karena ini bisa menjadikan presepsi yang salah. Ini bisa di artikan sebagai TIDAK adanya misi dan visi untuk membantu perusahaan ini.
2. Ceritakanlah tentang diri Anda
KEnapa ya HRD menanyakan hal ini? apakah hanya sebuah iseng saja. Oh ngga pastinya. Ini digunakan untuk mengetahui begaimana cara Anda berinteraksi dan ingin mengorek tentang diri Anda. Nah ini jangan sampai Anda berbohong, dan sampaikanlah apa adanya. Namun jika ada pertanyaan yang cukup menyudutkan Anda. Nah itu anda harus hati-hati. Ingat HRD dpt membaca apa yang ada dalam pikiran Anda melalui kontak mata. Nah tapi jangan sampai Anda tidak melihat mata sanbg HRD, karenai ini Anda tidak sopan kepadanya.
3. Posisi Apa Yang Anda Cari ?
Ya kadang bingung juga kita di tanya seperti itu, bukahkah itu sudah jelas.Di surat lamaran juga tercamtumkan dalam surat lamaran kita. Tapi ini bisa jadi sebuah strategi sang HRD untuk mengetahui visi Anda. sejauh mana impian Anda, dan kesiapan Anda dalam menghadapi perkerjaan yang nanti akan diserahkan kepada Anda. Mungkin kita harus hati-hati jangan sampai mengatakan ingin mendapatkan tantangan. Nah ini bisa berbahaya! Lho kenapa? Karena ini akan semakin menunjukkan bahwa Anda tidak memiliki tujuan yang jelas.
4. APa kelebihan dan Kekurangan ANda ?
Ya, ini akan ditanyakan. ini menunjukkan kejuruan Anda. so katakan dengna jujur apa adanya. namun jika ada hal yang bisa menjatuhkan dalam dalam hal kelemahan misalnya "saya ini pelupa" Nah langsung saja ANda katakan langkah prebentif yang Anda lakukan untuk meminimalisir kekurangan tersebut.

OK mungkin itu dulu, semoga bermanfaat.

Wednesday, April 30, 2008

Mush’ab bin Umair r.a

Pada dirinya terdapat kemampuan dan sifat dasar yang harus dimiliki oleh seorang da’i, ditambah lagi dengan wajahnya yang tampan dan penampilannya yang menarik. Ia adalah duta pertama yang diutus Rasulullah saw. Kepada penduduk kota Madinah. Tatkala sampai di Madinah, ia singgah di rumah As’ad bin Zurarah. Sementara itu ada dua orang yang bernama Sa’adz bin Mu’adz dan Usaid bin Hudhair, keduanya adalah pemimpm suku Bam Abdil Asyhal dan penganut kepercayaan nenek moyang mereka.


Tatkala mendengar berita tentang Mush’ab bin Umair ra., Sa’ad berkata kepada Usaid, “Pergilah, temui orang yang telah memasuki wilayah kita dan mengelabui masyarakat kita yang lemah ltu. Usir keduanya dan jangan sekali-kali diperbolehkan mendatangi kaum kita. Kalau bukan karena keberadaan As’ad niscaya aku sudah pergi mendatangi mereka dan tidak menyuruhmu. Seperti yang kamu ketahui, ia (As’ad bin Zurarah) adalah anak bibiku.”

Usaid mengambil tombaknya lalu pergi mendatangi keduanya. Tatkala As’ad mengetahui kedatangannya, ia berkata kepada Mush’ab, “Dia adalah seorang pemimpin suku dan telah mendatangimu, maka berlaku benar-lah kepada Allah.” Mush’ab berkata, “Jika la mau duduk, maka saya akan berbicara kepadanya.” Usaid masuk dan langsung mendamprat (pada saat itu masih dalam posisi berdiri), “Apa maksud kalian da-tang kapada kami dan mempu orang-orang yang lemah? Tinggalkanlah kami, jika kalian masih menyayangi nyawa kalian!”

Setelah selesai, Mush’ab berkata dengan sangat halus, :’Bagaimana jika Anda duduk terlebih dahulu dan men-iengarkan perkataan kami? Jika Anda suka maka ambilah, dan jika Anda tidak suka maka tinggalkanlah,” Usaid ?erkata, “Anda berlaku adil.” Kemudian ia meletakkan ;ombaknya dan duduk. Mush’ab lalu memberitahukan Ian menjelaskan kepadanya tentang Islam dan membaca-jan ayat-ayat Al-Qur’an. Keduanya mencentakan, “Demi Allah, kami sudah nelihat pada wajahnya pancaran cahaya Islam, sebelum a berkata dengan wajah yang lebih ceria.” Kemudian Usaid berkata, “Alangkah mdahnya ajaran-ajaran ini. Apa yang kalian perbuat tatkala hen-dak memasuki agama ini?” Keduanya menjawab, “Mandilah dan bersihkan kedua pakaianmu. Kemudian ucap-kanlah syahadat dan setelah itu dirikanlah shalat.”

Usaid kemudian bangkit untuk mandi dan member-sihkan pakaiannya, lalu mengucap syahadat dan dilan-jutkan dengan shalat dua rakaat. Kemudian ia berkata, “Ada seorang laki-laki, jika ia masuk Islam maka seluruh kaumnya akan mengikutinya. Saya akan menyuruhnya menghadap kalian. Orang itu bernama Sa’ad bin Mu’adz.”

Usaid mengambil tombaknya dan beranjak pergi menemui Sa’ad dan kaumnya. Ketika menyaksikan kehadiran Usaid yang telah berubah dan saat Usaid sudah berada di hadapan mereka, Sa’ad bertanya, “Wa-hai Usaid, apa yang telah kamu perbuat?” Usaid berkata, “Saya telah bertemu dan berbicara dengan kedua orang itu dan ternyata mereka tidak membahayakan. Saya juga telah mencegah mereka. Lalu mereka berkata, ‘Kami berbuat apa yang Anda sukai.’ Saya telah mendengar berita bahwa Bani Haritsah telah berangkat menuju rumah As’ad bin Zurarah. Untuk membunuhnya dengan tujuan menghinakan dirimu, karena mereka tahu bahwa As’ad adalah anak bibimu.” Dengan marah Sa’ad mengambil tombak dan berkata, “Wahai Usaid, Demi Tuhan, kamu belum berbuat apa-apa.” Kemudian ia keluar menuju rumah As’ad bin Zurarah. Dan pada akhirnya apa yang terjadi pada Usaid terjadi pula pada Sa’ad bin Mu’adz.

Demikianlah tatkala Usaid datang dengan marah, Mush’ab justru menyambutnya dengan senyum dan ketenangan. Sikap imlah yang dapat melunakkan hati sekeras apa pun. Mush’ab adalah da’i yang membawa risalah yang amat agung dan suci. Oleh karena itu, dia sangat mengerti akan sikap yang tepat pada saat yang tepat pula. la tidak terpengaruh dengan kemarahan Usaid, tetapi justru sebaliknya, la berperilaku dengan akhlak yang mulia.

Kemudian, Mush’ab berkata dengan perkataan yang lemah lembut dan menggugah perasaan lawan bicaranya untuk kembali kepada fitrah dan keadilan, “Bagaimana jika Anda duduk dan mendengarkan perkataan saya? Jika Anda menyukai perkataan saya, maka ambillah dan jika Anda tidak menyukai, maka kami akan menjauhkan apa yang Anda benci itu dari diri Anda.” Memang, tatkala menyampaikan dakwahnya, seorang da’i akan melihat dampak pada wajah mad’unya. Setelah masuk Islam, ia (Usaid in Hudhair) berubah dari mad’u menjadi seorang da’i. Lalu ia mencari cara agar Sa’ad mau menemui dan mau mendengarkan perkataan Mush’ab ra. seperti yang telah ia alami.

“Tidak sempurna iman seseorang di antara kamu hingga ia mencintai saudaranya

sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”

Dikatakan juga bahwa belum sempurna juga iman seseorang sebelum ia merasa bahagia jika hal yang ia sukai itu terjadi juga pada saudaranya. Akhirnya Sa’ad pun masuk Islam disertai katimnya, Bani Abdul Asyhal.

As’ad berkata kepada Mush’ab ra., tatkala melihat kedatangan Usaid, “Hai Mush’ab, ia adalah pemimpin suku maka berlaku jujurlah kepada Allah swt.” Sungguh merupakan sebuah perkataan yang akan tetap langgeng, sebuah senjata dan sumber kekuatan bagi seorang da’i, “Berlaku jujurlah kepada Allah swt.” Seorang da’I harus berlaku ikhlas hanya mencari ridha Allah swt., tidak untuk tujuan-tujuan selain Allah. Dengan ikhlas ltulah Allah akan berkenan membukakan pmtu hidayah- Nya. ltulah makna syiar kita: “Allah adalah tujuan kami”.

Kisah yang terjadi pada Mush’ab ra. bersama Usaid dan Sa’ad memberikan banyak pelajaran yang berharga. Semua ini terjadi semata-mata atas hidayah (petunjuk) Allah ‘Azzawajalla.

Tenangnya Air Mudah Tercemar

Sibukkan para pemuda dengan hal-hal yang bermanfaat, yang dapat membangun optimisme jiwanya, mengisi kekosongan perasaannya, dan memuaskan kesenangannya, seperti berolahraga. Juga kegiatan persahabatan antara pemuda yang dapat mengukuhkan ikatan keluarga dan sosial



serta dapat menumbuhkan perasaan cinta, ingin bertemu, berkenalan, dan bekerja sama dengan mereka. Sibukkan mereka dengan berbagai pertemuan di masjid-masjid, arena olahraga, kolam renang, tempat-tempat rekreasi, majelis-majelis taklim, aktiviti ruhiah dan hiburan, mengunjungi kampung-kampung dan negara-negara tetangga, bernasyid ria yang islami, menemui para da’i terkenal dan pemuka-pemuka masyarakat, mengunjungi pameran-pameran buku, ziarah kubur, membuat forum studi berbagai pengetahuan umum, musabaqah tilawatil Quran, perlumbaan ilmiah, memberikan pelayanan kesihataan dan sosial, aktif solat berjamaah di masjid, berkenalan setiap selesai solat, latihan berceramah dan khutbah Jumaat, menghafal ayat-ayat Quran dan hadith Nabi, dan lain-lain.

Waktu terluang para pemuda harus dimanfaatkan dengan berbagai program kegiatan dinamik yang dapat mengembangkan daya nalar dan wawasan baru. Fikiran para pemuda sentiasa mendambakan orang yang mahu mengasahnya dengan pemikiran Islam yang bersih, pemahaman yang moderat dan arif bijaksana tentang pergerakan Islam. Semua itu harus selalu didasarkan pada kesabaran dan kesinambungan sembari mengoreksi dan membenahi berbagai kekeliruan pemikiran dan pergerakan, hingga tercipta generasi masa depan yang memenuhi harapan, bukan pemuda yang statik, ekslusif, tak boleh berbaur dan bergaul dengan masyarakatnya.
Semua itu tak mungkin terwujud, hasil pun tak mungkin dicapai selama tujuannya tidak jelas. Kerana itu, tujuannya harus benar-benar jelas, didukung kesabaran, kesungguhan, dan ketekunan. Semua ini harus menjadi jiwa dan semangat generasi baru tersebut.

Apabila potensi besar ini tidak disibukkan dengan hal-hal yang baik dan produktif maka potensi itu akan menyimpang dari jalan kebenaran dan produktiviti yang baik. Ketika seorang akh muslim aktif dan kreatif dalam berinteraksi dengan masyarakatnya, bererti ia telah mengisi kekosongan akal dan ruhnya, menghindarkan diri agar pemikiran dan perasaannya tidak tercerai-berai dan menyimpang. Kontinuiti penampakan nilai-nilai Islam dalam amal, harokah, dan perilaku akan membekalkan jiwa, ruhani, dan aktiviti seorang akh dengan jiwa dan semangat Islam. Dengan begitu tertutuplah pintu bagi syaitan yang derhaka, musuh yang merencanakan makar, atau berbagai bisikan yang menggoda hati untuk bersantai ria, bermalas-malasan, dan berdiam diri.

Monday, April 28, 2008

Why would a visitor fill out the form on your squeeze page?

You have placed on the squeeze page an offer that’s impossible to
refuse for your target audience. The offer should contain the following
5 points.
Copyright by DEMC 2006, all rights reserved.
3.
1. Show Stopping Headline
The offer has to have a headline that grabs the attention
of your prospect and addresses their needs.


2. Free Gift
The offer should highlight the benefits the visitor will re
ceive by completing the form. You’ll need to provide an
enticing gift to the visitor for filling in the form. It could be
a free report, coupon, software, ebook, etc.. It’s essential
that the offer be very desirable, as you want your visitors
salivating to get their hands on it.
The promise of a free subscription to an email newslet
ter is no longer sufficient as email newsletters are now
everywhere. While you can provide a newsletter to pros
pects, you’re better off promising the instant delivery of an
irresistible gift.
3. Fast and Easy Delivery
The offer should emphasize that the visitor will receive
the gift immediately. You can either email the gift to the
visitor (preferable) or you can deliver the gift on the web
page you direct the visitor to upon submission. Giving the
gift right away provides instant gratification to the visitors
for their time and effort in filling out the form.
Why is emailing the gift preferred? You’ll improve the
validity of the email addresses entered by the visitors. If
the visitors think they’ll receive the information on the next
page, they may input false contact information. If the visi
tors believe you’ll be sending the information by email,
they’ll be sure to enter their emails accurately.

Sunday, April 27, 2008

Free Antivirus

Finally comes also antivirus our darling PC MAv 11 or famous by the name of RC 26. Why ? yes I don’t know. But there are some the new ayang here. Is that

Plus, identification database and cleaner 67 viruseses
new lokal/asing/varian reported disseminates in Indonesia.
Total 1682 viruseses along with its(the variant which many circulating in
Indonesia has been recognized in version 11 is by internal engine of PCMAV.
improvisation, integration module ClamAV. Because library ClamAV which
has just has been updated to become version 092, hence there are some difference
structure header from library. If before all there is
difficulty in integrating ClamAV which this is new, now
has can be overcome and ClamAV can integrated carefully.
Sees info way of merger of PCMAV with ClamAV new in

part of usage of engine ClamAV below(under.
Optimal , engine scan memory especially in overcoming type viruses
VBSCRIPT which now there are many disseminating wide in Indonesia. Engine
scan memory now earns more optimally in reading every process
active following parameter applied by process.
dDitambahkan, engine cleaner specially can improve;repair file . JPG
infection by viruses SangPerawan.
eimprovisation, at auto module updated PCMAV. And update naming files
since 11 becomes PCMAVVDB.
fimprovisation, routine arranging information display problem if is exist
viruses interdicted by RTP.
gDiperbarui, change some name of viruseses follows new variant which
found.
repaired, detection mistake ( false alarm) at some programs
and or script.
repaired some minor of bug and improvisation of internal code for
ensures that PCMAV CLEANER & PCMAV REALTIME PROTECTOR is more
from merely ordinary antivirus.
FITUR & PRE-EMINENT FACT of PCMAV
—————————- This is excellence of PCMAV differentiating it with other antivirus:

BEST ANTIVIRUS : Recognizes at the same time overcomes viral trouble
computer, either local viruses and also strangers(foreigners, which many disseminating in
Indonesia more than other antivirus in world.
- PRODUCE OF INDONESIA: Antivirus first national production in Indonesia
with quality in overcoming completely various trouble types
computer virus membandel.
- COMPLETE CLEANNESS: With energy?power eradicates PCMAV which is taft, viruses which
membandel even if can be hunted at the same time is cleaned completely
up “ its(the roots” without remains.
- DOCUMENTS SAVING: important Folder and also documents file of you are which
hidden ( hidden) and also infection by recoverable viruses
in finite perfection of 100% without worrying risk losing or
damage at file.

- SYSTEM RECOVERY: Settingan registry and important system files of Windows

which has “ breakdown”, either by viruses and also as result of usage antivirus

other of which unsatisfying reliable, can be improve;repaired ( repair) accross the board

finite of recovery 100%.

- ACCURATE: Formula specially we find can make PCMAV as

one of best antivirus in world in the case of detection accuracy.

Mistake detects viruses recognized there is no in dictionary PCMAV,

so mistake in saving of file can be avoided.

- ACTIVE PROTECTS: Designed in pro- active to ascertain a

file implemented has viral is free and will block viruses

before disseminating, even for unheard-of new viruses. So

You also peace can be, because when your computer works, PCMAV do not

desists protects it.

- AUTOMATIC UPDATE: More or less 100 new viruseses is found in Indonesia

per month. Automatically, with update online in reguler,

PCMAV will protect your computer from newest viruses threat.

- COMPLETE CHECK-UP: Technology multi-point scanning in effective PCMAV

in avoiding gets away it viruses capable to be automatic good active as

hypodermic code, process, services, until schedule even a.

- RECOGNIZES NEW VIRUSES: Technology “ Geneticheuristic” unique in

effective can detect unheard-of new viruses.

- QUICKEST DETECTION: With special algorithm which there is in code

its(the detection core component, PCMAV can yield quickest performa

compared to other antivirus which been produced in Indonesia.

- DUAL of CORE ENGINE ANTIVIRUS: combinable Engine PCMAV with

engine ClamAV which has been made perfect by team PCMAV to get

result of detection and protection of more viruses, even

until 200000 viruseses is more.

- EASY TO BE OPERATED: Menu and display from an antivirus program

now so pleasing, easy to be operated and not ribet.

- WITHOUT INSTALL: PCMAV haves the character of portal

Welcome

Thanks to Allah
Thanks my parent
I love U So Much